Peringatan 27 Rajab, Bid’ah?
Bagi anda yang suka merayakannya, atau mengadakan pengajian rajaban di masjid, musholla, sekolah, madrasah, isntitusi pemerintah, berhati-hatilah anda jika membaca, mendengar pendapat yang demikian.
Pendapat peringatan 27 rajab adalah bid’ah sesat, tidak mendasar. biasanya, mereka beralasan bahwa peringatan tersebut hanya ikut-ikutanan budaya non Islam saja.
Dimana Nabi Muhammad SAW naik ke langit 7 hingga sidratil muntaha bertemu dengan Allah SWT. begitu juga dengan perayaan, kelahiran Muhammad SAW, adalah budaya agama lain dengan meniru acara natalan.
Menurut saya, pendapat tersebut tidak berdasar. bukan hanya tidak mendasar pada agama, tetapi tidak paham Islam itu sendiri. Kenyataanya, banyak negara di dunia ini yang memperingati kedua momen bersejarah dan berharga bagi umat Islam tersebut. setidaknya itu sebagai barometer, berjuta-juta orang muslim melakukannya di segala penjuru dunia.
Peringatan tersebut hanya acara biasa saja, umumnya da’i penceramah menceritakan sejarah Isra Mi’raj hingga ada perintah shalat 5 waktu. rasanya tidak etis jika, selalu memperdebatkan bahwa isra mi’rajnya Nabi Muhammad adalah jasad dan ruhnya atau hanya ruhnya saja.
Saya kira kita tidak akan pernah tahu apakah perintah shalat itu didapat dari peristiwa mi’raj atau bukan. yang jelas, kita sebagai mukmin, dituntut untuk percaya dan beriman, atau iman kepada Nabi Muhammad tentang perintah menjalankan Shalat. Logika dan bukti kebenarannya semua ada dalam Alquran dan hadits. Tinggal mau apa tidak mempelajari keduanya itu.
Apakah, membaca shalawat, berdzikir, bersedekah, mendengarkan ceramah, di masjid pada peringatan isra mi’raj adalah perbuatan yang sesat alias bid’ah. Ah..yang benar saja saudara!
itu adalah sarana yang bagus sekali untuk ukhuwah Islamiyah, sarana bersedekah, sarana pendidikan agama Islam, dan lain-lain. dan yang lebih penting lagi, itu merupakan wujud hubb (cinta) kepada Rasulullah SAW.
Adapaun ada pendapat, wujud cinta kepada Rasul bukan seperti itu, ya disinilah salah satu letak perbedaanya, tidak perlu di persoalkan seperti banyak bermunculan buku2 tentang peringatan rajaban adalah bid’ah, karena Rasul SAW dan Sahabat tidak melaksanakannya.
Yang benar saja bung, masa Islam kejam amat! Islam itu sangat moderat lhoh…., yang kejam itu orangnya/pengikutnya yang mengklaim dirinya yang paling benar.
Ketimbang memeprsoalkan rajaban itu bid’ah, masih ada persoalan lain yang layak untuk di persolakan. jika kaum ‘puritan’ (apa itu puritan ya
) menuduh, bahwa Islam tidak maju-maju atau jaya di karenakan karena banyaknya warga negara yang menjadi ahli bid’ah (seperti merayakan rajaban), sangat kebablasan!.
Bisa jadi, Islam belum jaya kembali seperti dalam sejarah, karena ada orang-orang, kelompok yang gemar mengkafirkan orang, gemar memusyrikan, gemar memunafikkan orang, padahal mereka lah yang kafir, musyrik, munafik sendiri.
Karena saling menjelekkan seperti itu, tidak dilakukan oleh Rasul SAW. jadi, orang2 yang gemar mengkafirkan orang, memusyrikkan, memunafikkan orang, adalah bentuk bid’ah modern yang nyata2 menyesatkan ummat.
lihat saja, pada banyak buku, ada beberapa tokoh yang mengedepankan hadits tentang bid’ah yaitu, ….kullu bid’atin dhalaalah. haditsnya sampai disitu saja. artinya setiap bid’ah adalah sesat. tetapi, benyak orang menambahkanya, setiap sesat adalah neraka balasannya. ini kan sudah bentuk penambahan hadits tersebut dengan bahasa lain (bahasa Indonesia misalnya dalam menjelaskan hadits tersebut), yang jelas2 menyesatkan.
Lebih penting, menyampaikan asbabul nuzulnya atau asbabul wurudnya, sebab2 turunnya hadits tersebut dalam konteks apa.Sebaiknya jangan gemar menambah2i.
Jayalah Rajaban!, kalau tidak suka…, tinggalkan. gitu saja kok repot, mudah kaaaan? jangan di persulit. Ok sodara-sodara
Bismillahirrahmanirrahiim.
Salam wa rahmah,
Menurut pandangan saya, saya membenarkan tentang Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Bukanlah hal ini yang saya ingin saya utarakan.
Saya hanya menggarisbawahi apa-apa yang selama ini dikisahkan oleh para da’i tentang perjalanan Rasulullah saw, ADA yang baik secara langsung ataupun tidak langsung adanya penghinaan Terhadap Allah SWT dan Rasul Nya,Muhammad Sawa oleh da’i dan mereka yang mengaku mukminin.
Setiap tanggal 27 Rajab di setiap tahunnya,Umat Islam dijejali pemahaman yg menghina Allah SWT dan Rasul Nya oleh para da’i dan khatib yang tak mengerti tentang Ketuhanan dan maqam Sayyidul wujud.
Pada kisah-kisahnya terjadi kecenderungan yang mengada-ada dan memang disisipi oleh kisah yang mengada-ada. Seperti, sbb:
1.Apakah mungkin jika Allah telah memerintahkan sesuatu, Allah tidak mengetahui bahwa apa yg IA perintahkan akan memberatkan Umat kekasihNya?
2.Apakah mungkin, seorang Sayyidul Wujud yang merupakan “afdhalul anbiya’” seperti anak anak di suruh naik turun olen Musa as yg ilmunya tidak lebih unggul dari Nabi Khidir?
3. Masuk di akalkah Allah membutuhkan campur tangan seorang Nabi Umat Yahudi dalam syariat untuk umat kekasihnya Muhammad saww ?
Maka jawabnya adalah TIDAK!
Jadi, semutawatir apapun hadis itu tetap tertolak bagi manusia manusia berakal. Jadi untuk apakah Hadis itu diciptakan? Silakan menjawab bagi yang tau isi hati si pembuat cerita dongeng ini.
Hadis ini tidak lain adalah ciptaan para Nashibi yang membenci Muhammad Saww, Ahlulbayt as beserta pengikut mereka as.
Hadis ini menunjukkan betapa Nabi Saww seorang yg tidak maksum,tidak cerdik, meragui Keagungan Ilahi. Hadis ini juga menunjukkan betapa Nabi Saww berhutang budi kepada Nabi Musa as, dan juga menunjukkan betapa Allah bertempat di langit dan menyebabkan Rasul naik turun ke langit untuk tawar manawar dengan Allah SWT.
Inilah pekerjaan Nashibi dalam menanamkan aqidah yg sesat dalam agama ini.
Sehingga jadilah umat ini sebagai umat yg sesat dan jauh dari jalan Tuhan yaitu jalan Rasul Saww dan Imam Ali kw beserta Ahlulbaytnya.
Jika anda melihat para kiyai, para da’i dan para khatib berceramah dengan semangat di masjid dengan membawakan hadis ini. MAKA laknatlah ia. Karena ia adalah kaki tangan Iblis yang memakai sorban.
assalaamu’alaikum…wb.wb
sebelumnya mohon ma’af, ikutan nimbrung mas badrus…biarkanlah orang lain bicara apa saja, yang penting rajaban kita jalan terus………….pantang mundur,,,wong belum tentu yang ngomong bid’ah itu orangnya bersih dari barang baru,katanya bid’ah
itu kan barang baru tapi nyatanya yo orang-orang kayak gitu pada pakai motor,mobil,pakai celana jin,celana dalam,juga makanya pakai sendok,rosul kan nggak pernah pakai itu semua..hayooo…sekarang yg bid’ah siapa….???kesimpulanya…kalau ada orang yg seneng menyalahkan,mengkafirkan,orang pada hakikatnya dia itulah yg salah dan kafir,,,duluan…kalau memang rajaban itu sesat kenapa nggak berani melarang terus terang di hadapan para ulama’, kiyai,yg notabenya udah diakui kemashuranya dikalangan umat,yg setiap tahunya rajaban,mauludan,hayo coba ngadep para ulama’,kiyai yg memperingati rajaban berani nggak…jangan hanya bisanya mecetak buku,ngomong kesana kemari bicara masalah bid’ah,mending tu…urusin anggota-anggota DPR,pejabat,yg masih pada maksiat,yg benar-benar telah menyengsarakan rakyat..orang-orang yg masih pd ngrampok,begal,minum-minuman keras,pelacuran,anak-anak remaja yg gak punya ahlaq karimah,pergaulan bebas,hayo..
ada nyali nggak…kalau berani saya orang yg pertama akan respek pdnya,,,wong belum tentu di acara tsb membicarakan tentang naiknya rosul ke sidratilmuntahaa,ke
temu nabi musa dll..pada prinsipnya jangan di sama rata semua membicarakan hal yg begitu,masih banyak ulama’,kiyai,yg mengambil nilai lainya:silaturahminya,sodaqohnya,bacaan alqur annya,ukuwahnya,syiarnya islam,,,la
kok picikmen tho otaknya,,,,belajarlah dari ulama’-ulam’salaf sholeh terdahulu yg mendatangkan ajaran islam ke tanah air kita ini,,, atau kalau tidak belajar dulu deh ahlaqul karimah..jadi nanti tau bagai mana cara berbicara yg sopan tidak menyakiti orang lain,,jangan hanya tahunya hadits satu yg nggak komplit dari rowinya,asbabul wurudnya,mustholahul haditsnya..wah ..bisa masuk neraka semua nih..
kalau tidak…pelajari dulu deh maktab syamilah yg disitu terdapat sepuluh ribu kitab,,,,saya yaqin kalau di pahami semua tidak akan ngomong dikit-dikit bid’ah,ter
sesat,masuk neraka,emang dia yg berhak memastikan orang masuk surga,neraka,hebat bener…..
Muslim yang rahmatan lil ‘alamin adalah Muslim yang tidak menjelek-jelekan ( mem-bid’ah kan) sesama muslim yang laen. kalo gak ngerti masalah (hukum) suruh ngaji dulu ma ulama-ulama yang ber- Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
saya dukung blog ini untuk mensyiarkan dan menda’wahkan Islam yang Sunni, yang toleran, yang menghargai perbedaan
Paragraph writing is also a excitement, if you be acquainted with afterward you
can write otherwise it is difficult to write.
Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again.
Anyway, just wanted to say excellent blog!
This post will assist the internet users for setting up new
webpage or even a blog from start to end.