Hadiah Dari Guskar
Setelah seminggu menunggu, Akhirnya datang juga ‘berkat’ Kenduri Narablog 2 di rumahnya Guskar. Saya termasuk orang yang beruntung dalam kenduri itu, tidak semuanya beruntung lho. Tadi malam kira-kira pukul 20.00 hujan di sertai angin di desaku. Terdengar dari kamar keluarga suara tok..tok..tok pintu depan, adalah Pak Bayan di desaku mengantarkan kiriman paket, Pak Bayanpun langsung pamit.
Saya menerima paket itu dengan rasa lega, akhirnya yang ditunggu datang juga setelah sempat merasa kok lama ya nggak sampe-sampe. Melihat warna dan bentuk kemasan yang cantik, pasti ini buku Novel Negeri 5 Menara hadiah dari Guskar seperti pernah diperlihatkan ketika Lastri Sekretarisnya Guskar mengemasnya untuk di kirim kepada para peserta yang beruntung.
Buku novel itu tidak langsung saya buka, karena saya berangkat kumpulan RT di depan rumah, anak saya pun suka sekali dengan kemasan yang cantik itu. ketika saya akan mengambil foto kemasan itu, anak saya pun minta ikut di jepret. Ya sudah lah, nggak apa-apa. Baru setelah saya pulang kumpulan pada tengah malam saya menyempatkan untuk segera membukanya. Langsung saja kebiasaan buruk saya muncul dalam membaca buku. Yaitu, baca daftar isinya, cari sub judul yang menarik. Saya langsung tertarik dengan judul dalam isi Negeri 5 Menara itu “Maradona hapal Alquran”. Kebetulan saya penikmat sepak bola tanah air liga Djarum, dan liga lainnya.
Isinya, sangat penuh hikmah. Tradisi pesantren salah satunya adalah sangat menghormati ustadz, apalagi Kyainya atau pengasuhnya, jarang mereka kumpul dalam satu waktu tanpa ada sekat pemisah laku (attitude) dan anggah ungguh.
Dalam suatu waktu, dalam rangka menjaga kesehatan jasmani santri diadakan olah raga sepak bola santri melawan ustadz, termasuk kyai nya yang hapal Alquran. Tahapan pengumuman dan persiapanpun dilakukan.
Tibalah waktunya pertandingan. Santri melawan ustadz/kyai. Kyai yang sehari-harinya memakai sorban, sarung, jubah, kini memakai celana dan kaos olah raga. Kyainya yang hapal Alquran pun malah memakai kaos bertuliskan Maradona. Pertandinganpun berjalan cair.
Cerita nyata di atas merupakan pelajaran yang penuh hikmah, dimana ada kalanya antara santri dan kyai bersejajar dalam konteks tertentu, kesehatan jasmaniyah, menjaga kesehatan dicontohkan oleh kyainya dengan olah raga sepak bola adalah salah satunya. menjaga kesehatan, berolah raga adalah sunnah Nabi SAW. Di masa Nabi SAW dan sahabat, oleh raga setidaknya adalah memanah, berenang dan menunggang kuda.
Presenter sepak bolanya pun memakai bahasa arab, bahasa keseharian di pondok Gontor selain bahasa Inggris. Ini memberi pelajaran bagi saya pribadi, bahasa arab adalah bahasa yang tak kalah pentingnya dengan bahasa Inggris. Sehabis sepak bola santripun digiring untuk segera mandi dan kemudian ke masjid untuk mengerjakan shalat berjamaah dan aktivitas lainnya.
Maaf yah.., saya tidak bisa membuat resensi buku sebagaimana yang lainnya. Sub judul dalam buku negeri 5 menara sebanyak 46 judul, 416 halaman, semuanya adalah kisah nyata penulisnya.
Baru satu sub judul saja yang saya baca…sudah penuh hikmah dan pelajaran. Pasti sub judul lainnya tak kalah menarik. Penulis novel itu adalah A.Fuadi, dia berasal dari tanah Minang mendapat perintah dari Ibunya untuk menuntut ilmu di pondok gontor di Jawa Timur. Dengan ikhlas, sabar dan sungguh-sungguh akhirnya mengantarkan dia menjadi penulis novel yang hebat yang di akui oleh banyak orang dan tokoh-tokoh nasional. Hingga mantera ‘man jadda wajada’ pun menjadi design cerita dalam novel itu. Pada tahun 1998, dia mendapat beasiswa S-2 di George Washington University. Di tahun 2004, penulis novel ini juga mendapat beasiswa lagi di University of London.
================
Wah, pasti sub judul lainnya juga sangat menarik untuk segera saya baca, pasti akan saya baca habis. Masih ada 45 lima judul dalam novel itu. dari satu sub judul saja saya mendapat beberapa hikmah, diantaranya adalah;
1. Untuk selalu menjaga kesehatan Jasmani seimbang dengan kesehatan rohani
2. Moderat dalam bersikap, Sepak bola juga olah raga, persatuan, kekompakan dll
3. Untuk tidak lupa kepada masjid
4. Untuk mempelajari bahasa arab. Alquran dan hadits memakai bahasa Arab. mengerti bahasa arab akan memudahkan kita memahami syariat Islam. dan hikmah yang lainnya, banyak deeh.
Dan satu hal yang menjadi misi saya dalam membaca sebuah novel sampai habis. Adalah belajar tehnik cara menceritakan sebuah cerita. Saya termasuk orang yang sulit dalam menuliskan sebauh cerita, pengalaman yang enak di baca. Oh, jadi Gus kar rupanya banyak koleksi novelnya. Pantesan cerita dalam setiap postingannya menggigit pembaca. Tentu, dengan di barengi faktor lainnya seperti skill, kulina/kebiasaan menulis dll. Melihat komentar-komentar para tokoh di balik sampul belakangnya saja, menunjukkan bahwa buku ini sangat bagus untuk di baca, sebagai pembelajaran dan hikmah dalam mencari ilmu dengan sungguh-sungguh.
Sekali lagi, Terima kasih Guskar! Atas hadiah novel ini.
Wassalam..
Wah..
Senangnya
Kalo mendapatkan hadiah….
Mantep Gan
Selamatttt
Sukses terus yah Gan….
Semangat terussss…
Waaah, alhamdulillah akhirnya datang juga hadiah yang sedang ditunggu-tunggu ya mas:)
Wah samma mas, saya sama sekali belum pernah nulis review tentang sebuah buku. Ingin sih sebenarnya coba nulis review, tapi malu euy ntar hasilnya buruk…
Oke deh selamat melahap semua judul yang tersisa, dan semoga kita bisa mengambil pelajaran dari setiap pengalaman nyata penulisnya…
Terima kasih bang Dadang.
Pasti Mba Rita, penuh hikmah isinya..soalnya novel ini cerita nyata, bukan fiksi. jadi, asyik sekali untuk dibaca dan diambil pelajarannya. ‘man jadda wajada’,
Selamat ya Mas Badruz atas hadiah paket bukunya.
kita sama dapat hadiahnya buku novel ” negeri 5 menara”
namun, Mas Badruz sudah demikian canggihnya membuat resensinya disini.
Saya hanya baru bisa menikmati membacanya saja, tdk bisa mengulasnya apalagi dgn gaya informatif seperti Mas Badruz.
salam.
betul bunda sepertinya mas nih udah berulangkali membacanya …….
Waah… jadi pengen
Trima aksih bund. Selamat juga buat Bunda.
Ah, itu bukan resensi bund, apa ya…ya hanya ungkapan biasa lah setelah sedikit membaca.
mampir bos.. tulisan yang bagus dalam pengemasan..
pembaca bisa menjiwai dan seakan-akan berada didalamnya.. hehe
ah..bisa saja panjenengan mas. mengemas tulisan yang enak di baca sehingga pembaca tidak ngantuk sangat sulit mas. novel negeri 5 menara bisa menjadi acuan bagaimana cara mengemas cerita.
buku yg sarat hikmah.. terima kasih telah mas tebar melalui blog keren ini…
ditunggu tebaran2 hikmah selanjutnya…
Salam Hangat Selalu
Jangan mas, ntar di marahin sama penulis dan penerbitnya kalau semua isinya di postingkan. beli saja bukunya..:lol: kok jadi ikutan promosi yah, nggak apa2 wong nevel ini bagus sekali kok, layak untuk dipromosikan secara gratis. Gus Kar juga secara otomatis promosi besar-besran dengan bagi2 novel ini. padahal penulisnya kadang nggak tahu ya..kalau banyak yang termehek-mehek dengan novel ini, wah apa artinya termehek-mehek tuh yang orang medan..
Aku yang ngincer mas Badruz yg dapet.. hi hi hiks.. Selamat ya dapet souvenir Narablog session 2, aku dulu dapet session 1. Buku-buku dari GusKar dan pakdhe Cholik memang asik-asik tuh.. Walaupun dah pernah dapet tapi pengen lagi (ngiritngiritdotinfo)
ha..ha.., asal jangan ngincer buah manggis nanti yang didapat mangga Lho
Ngincer gadis, janda di dapat
apakah saya boleh pinjam ? heheheh
ngarep >>>>>>>>>
mas badruz.. kisah pengiriman buku dari karawang hingga kebumen bisa tuh dibuat satu novel tersendiri..ternyata begitu dramatis ya, sampai2 melibatkan pak bayan segala ha..ha..
selamat menyelesaikan membaca novel tsb…
bagi teman2 yg lain, mhn doa dan supportnya supaya segera ada kenduri sesi berikutnya…
Eeeh kok prasaan pernah baca ni postingan mirip2 sebelumnya…hmm dimana yaa?
apa cuman dejavu aja yah hehe
selamat2
Terima kasih Guskar, cukup lama memang kiriman bukunya, satu minggu. Kebumen memang jauh sih dari Bekasi.
Mba Potter, kalau mba pernah ngikuti ‘lomba’ resensi buku baru di koran-koran harian, Redaksi dalam menerima ‘resensi’ dari peserta lomba pasti banyak yang mirip. karena obyek yang diresensi terpatok pada satu buku itu. ada beberapa sahabat yang menerima novel dari Guskar itu, semuanya nulis di blog masing2..jadinya agak mirip deeh ulasannya isi buku itu.
Terima kasih koreksinya mba. saya bukan mbela diri
oooh gitu toh *manggut2
tq.
Selamat baca Novel, salam kenal kembali…
Saya punya banyak kenalan di Kebumen.
Salah satunya Pak Khamid, Kepala salah satu SMA Kebumen
Oh gitu, saya pernah jadi muridnya.
salam.
mantap nih dapet hadiah hore….hore…….
salam…
selamat ya mas…kayaknya bagus tu tiap kisah didalammnya di publish jadi postingan..biar yang ngga punya bukunya bisa ikut baca.. hehehe
“maradona hafal Al-Quran”
judul yg asyik dan bikin penasaran. dan setelah baca dibawahnya ternyata “maradona” beneran hafal A-Quran.
bukunya bisa jadi rekomendasi nih
Assalaamu’alaikum
Mudahan dengan hadiah itu menambah persahabatan dan persaudaraan. Buku adalah taman bunga yang boleh dibawa ke mana-mana. Salam mesra selalu.
Amien Bu Fatimah, didunia maya ini luar biasa memang. Pasti, hadiah itu akan terkenang terus.
salam.
duh, bundo telat banget nyampe di rumah mas badruz
selamat atas hadiah bukunya ya mas! **btw pak bayan apa ngga penasaran lihat mas badruz dapat paket dengan bungkus kado cantik seperti itu? hehhhehh
Terima kasih Bundo. lebih baik telat dari pada tidak berangkat Bundo. waktu pak Bayan mengantarkan paket itu, dia bawa banyak kiriman untuk diantar ke alamat rumah, kasihan Pak Bayan..terima kasih Pak Bayan Marso.
ah, sengnya dapat hadiah. kalo dah bosan, buat saya saja ya om he he he
hehehe, sama2 bikin resensi negeri lima menara ya.
emang keren tuh buku. tapi yang perlu digarisbawahi, novel itu, biarpun terinspirasi dari kisah nyata, tapi sebagiannya hanya berupa karangan belaka.
klo dikatakan
saya kira kurang tepat mas. btw, anaknya lutju banget…kapan ya saya punya anak…[berdoa]
Wah, selamat ya Mas atas hadiahnya…
Oya, saya pernah menuliskan review mengenai novel ini, sila ditengok di sini: http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/
Selamat dech atas hadiahnya….
Anda memang merupakan salah satu yang beruntung mas…selamat membaca..semoga isinya nanti bisa di share ke temen-temen yang tidak mendapatkan hadiah dari GUSKAR seperti saya…
saya termasuk yg ndak beruntung
tapi selamat ya mas badruz…
sepertinya isinya menarik,
dan mas sudah baik sekali sudah mau berbagi isi buku itu disini
sabar ya mas..
jelas menarik mas
haduuuh…
muka saya kayak mas2 ya mas :p
ndak di sini ndak di blog saya dipanggil mas mulu XD XD
wah enak ya dapet hadiah..
saya juga mau..hehehehe
salam mas.
Terima kasih mas dan mba, atas tanggapannya. saya juga masih beruntung lagi di Curah pendapat sumpah pemuda yang diadakan di rumahnya Pakde Kholik, waduuh alhamdulillah…tanpa harus memilih buku, sudah dipilhkan yang bagus.
uh, senengnya dapat hadiah!
saia jd penasaran baca novelnya….hehe
Beli mba Vany
apapun bukunya selalu bermanfaat. bila kita kehabisan ide atau tak punya ide bangus juga membaca sebuah novel akhirnya juga nanti dapet ide
Betul kawan.
selamat ya mas…..
Terima kasih mas Mega..
wah, saya jadi iri nih, mas badruz, lihat review-nya novel ini pasti menarik. kira2 di gramedia sudah ada ndak, yah?
Ada mas Sawalai,
kaya ngerti2 ya ya mas
selamat pak dah dapet hadiah, kok aku gak pernah dapet ya?
Kayaknya Gramedia sudah ada, wong penerbitnya grup Gramedia
Buat Tuan putri, sabar saja…kedepan kayaknya lebih banyak lagi yang kayak gituan. tuh, blogokator juga ngadain…lumayan hadiahnya $300
Semoga semakin gemar membaca…biar tambeh pinter nulisnya…
Salam
Semoga, trims do’a nya.
JAdi kepengin beli itu buku,
memang kalo sering kita baca buku novel atau cerpen akan sangat berpengaruh tentang cara kita menulis mas……
Ya beli saja mas
katanya sih begitu
selamat ya mas….bungkusan cantiknya jangan dibuang mas, bisa buat bungkus kado lagi (otakdaurulang mode:ON)
buat mainan anak saya mba.
Tampaknya buku ini sangat menarik, perlu menyempatkan waktu untuk membacanya. Mudah-mudahan bisa memperoleh buku tersebut secepatnya.
Terima kasih.
Salam dari Cianjur
Betul Pak Aziz, Isinya bagus. Mudah2an cepat dapet.