Bangkok
Ayam bangkok. Ayam Bangkok di samping turunan ayam Vietnam. Ayam Bangkok, banyak orang menyebutnya ayam aduan. Saya hanya memeliharanya. memelihara ayam Bangkok, karena hobby atau kesenangan.
Bukan untuk adu mengadu atau sabung ayam. Karena bentuknya yang gagah, jinak, keluruknya yang keras dan cekak. Buat pajangan di halaman rumah jadi luwes.
Kalau mau untuk bisnis, juga lumayan Harganya relatif mahal. Yang bagus harganya ratusan ribu bahkan jutaan. Apalagi kalau ayam impor dari Bangkok Thailand dan Vietnam, baru netes saja keturunannya minimal 100 sampai 200 ribu per ekornya. Kalau sudah jadi jago, bisa di pastikan jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Tapi kalau punya saya, ayam bangkok lokal
Inilah ayam yang menghiburku. Satu minggu sekali, saya lepas di alam bebas dekat rumah. Untuk memakan rerumputan dan batuan kecil. Juga saya mandikan dengan sampo. Pakanannya nasi di campur bekatul. Kadang jagung dan gabah. Kadang juga saya kasih madu dan telor setengah bulan sekali, biar sehat kata orang tuaku dulu.
Untuk mengantisipasi flu burung, maka ayam di kandangkan atau dipagar dekat rumah, supaya tidak keluar atau ayam tetangga tidak bisa masuk. Ini mengurangi penularan penyakit. Agar kebal terhadap penyakit flu burung, dari kecil sudah saya kasih perasan atau irisan daun papaya. Ini untuk mencegah ayam cacingan baik cacing perut maupun cacing mata dan kebal terhadap tertularnya penyakit flu ayam, berak putih dan hijau. Alhamdulillah, ayamku pada sehat wal afiyat.
Di pagi hari dan sore hari, saya selalu menyempatkan untuk memberi pakan, sesekali juga membelainya. Kadang, ayam bangkok rindu dengan belaian halus di bulu-bulunya dari pemiliknya. Sehingga ayam ini sering ‘nginthil’
di kaki ketika si pemilik mau meninggalkan kandangnya.
Saya pernah di Tanya seseorang karena memelihara ayam bangkok ini. Mas, ayam Bangkok kan kebanyakan buat adu nih, apa nggak takut haram meliharanya? Saya malah balik bertanya, memangnya ada yang salah memelihara mahluk Allah SWT ini? Yang salah itu manusianya mengadu ayam. Sekarang begini lanjutnya tanya saya, kalau anda pengrajin pisau, tujuan anda membuat usaha pisau adalah untuk keperluan dapur. Tetapi, oleh seseorang pisau anda itu di gunakan untuk membunuh orang. Anda berdosa nggak? Lain halnya dengan pengusaha pistol yang memang di buat untuk membunuh, mungkin pembuatnya ikutan dosa. Tapi dosa apa tidak saya nggak tahu Pak! Tandas saya ke orang itu. Orang itu manggut-manggut sambil mengkerenyitkan dahinya.
Ayam Bangkok, wedus domba, sapi karapan, jangkrik, adalah ciptaan Allah SWT. Hewan-hewan itu memang untuk manusia. Tetapi tidak untuk di adu atau di sakitinya. Bahkan cicak, buaya pun mahluk Allah yang Indah, tidak untuk di sakiti. Hewan-hewan itu sepertinya punya naluri untuk berkuasa, sehingga kalau ayam Bangkok, wedus domba lepas akan mencari lawan sesamanya untuk di ajak berkelahi. Manusia di sini yang harus menjaganya agar hewan itu tidak saling menyakiti. Semoga manusia tidak ingin selalu mencari lawan untuk di ajak berkelahi seperti naluri ayam bangkok dan domba yang maunya menang sendiri.
Anda punya peliharaan hewan? Perkutut, Beo, Kucing, Angsa atau apa?
untuk komoditas perdagangan, sesuatu hal yang besar selalu ditambahi kata bangkok : jambu bangkok, duren bangkok, mangga bangkok, dll mskpn bbrp di antaranya hasil produksi dalam negeri. lha merekayasa buah2n spy jd jumbo/bangkok apakah menyalahi sunatullah?
Bangkok identik dengan JUmbo besar ya Gus. saya sepakat Gus, itu hanya istilah biasa dalam dunia seperti itu. mungkin ini sama dengan istilah makanan ya. Bakso Solo, Bakso wonogiri, Siomay Bandung, empek-empek palembang, Soto Bekasi
dll. padahal mereka buat sendiri di tempat dimana dia berada.
Kang Badruz Says :
Saya pernah di Tanya seseorang karena memelihara ayam bangkok ini. Mas, ayam Bangkok kan kebanyakan buat adu nih, apa nggak takut haram meliharanya? Saya malah balik bertanya, memangnya ada yang salah memelihara mahluk Allah SWT ini? Yang salah itu manusianya mengadu ayam. Sekarang begini lanjutnya tanya saya, kalau anda pengrajin pisau, tujuan anda membuat usaha pisau adalah untuk keperluan dapur. Tetapi, oleh seseorang pisau anda itu di gunakan untuk membunuh orang. Anda berdosa nggak? Lain halnya dengan pengusaha pistol yang memang di buat untuk membunuh, mungkin pembuatnya ikutan dosa. Tapi dosa apa tidak saya nggak tahu Pak! Tandas saya ke orang itu. Orang itu manggut-manggut sambil mengkerenyitkan dahinya.
Setuju Kang Badruz, ayam gak pernah salah karena dia tidak dikasih akal pikiran dan hati nurani (dikasihnya cm ati ayam plus ampela, kalau ini uuenak dimakan), pisau atau pistol atau golok juga gak pernah salah karena dia hanya benda mati yang bisa dipergunakan oleh pemiliknya apakah akan digunakan untuk kemaslahatan, untuk memasak, menebang kayu tapi bukan yang illegal logging, pistol untuk keamanan atau untuk menembak mati para koruptor. Atau akan dipakai oleh pemiliknya untuk kejahatan, ayam bangkok untuk diadu, pisau untuk membunuh orang, pistol untuk merampok dll. Semuanya tergantung pemakainya, usernya atau kalau diistilahkan bahasanya cah kampung: men behin the goon dibaca “man behind the gun”
(OOTP) tengkyu banget yaaaa dah berkenan menerima awardnya, and memajangnya, semoga tetap terjalin persahabatan dan ukhuwwah di antara kita dan dg sesama blogger yang lainnya. Sekali lagi tengkyu … hatur nuhun , matur sembah nuwun and syukron katsiir jazaakumullah ahsanal jaza ……jazakumullah khoiron kastiira ….kullu ‘aamin wa antum bilkhoir ….
Pertamaaaaaaaaaxxxxxxxx
mimpi kali pertmaaaaaaxxx, salah lihat
tepatnya ketigaxxx mas
Kelimaxxx juga bagus mas
Saya temenin Kang Yayat … ini tau komenx keberapa yaaaaaa….
Sekarang saya tidak punya peliharaan mas, walau pengennya ayam juga. Tapi istri kurang senang. Saya dulu sampe SMA melihara ayam Kate. Ayam Bangkok sempet cuman sebentar.
Dari jambu bangkok dulu yang rame sehingga menjadi dimaknai besar ya kali kalo gak salah ?
Kalau saya punya Kang …. tapi bukan ayam bangkok, melainkan Alwi’s Blog | m-alwi.com yang lain juga punya kaaaaannnnn …. heeeeee ….. soalnya tiap hari dielus-elus terus, dikasih makan postingan biar tambah gemuk, diajak jalan-jalan (blogwalking) biar tambah sehat, tapi belum pernah saya adu kaya ayam bangkok (belum pernah ikut kontes seo), maklum masih kuthuk (anak ayam) atau masih piyik, kalau gak dikasih bekatul (update) masih bisa mati …. heeeeee…
Jambu bangkok sekarang kayaknya sudah langka mas, nggak terlalu enak kali dan kebesaren
Dulu waktu kecil saya punya kerbau, gembala kerbauer mas, tapi sekarang peliharaanku sudah ganti…. anyak-anyak
anyak didik ya Pak Guru
waahhhh…enaknya masih bisa lihat ayam, dikampung saya sudah hampir ngga ada yang namanya ayam, padahal anak saya palng seneng banget lihat ayam…
melihara ayam juga untuk menampung sisa nasi mas agar tidak mubadzir, tapi jangan sampai nasinya sayub, nt ayamnya juga kena penaykit
belum pernah punya peliharaan bangkok, yang pernah dumbo dua kolam, sekarang tak lagi
wah lumayan tuh lele bangkoknya, ehh..lele dumbonya. saya jg pernah punya, tapi kolam sudah saya urug.
Bang badrus ini memang ‘cerdas’. Ayam bangkok aja bisa2nya masuk blog. hehe… Awas ketularan flu burung loh…
Cicak dan buaya saja masuk blog mas
konon suara jago berbeda di setiap daerah ya? kalau di jawa bunyinya kukuruyuuukkk…di tanah pasundan kabarnya jago berbunyi kongkorongookkk…di barat sana bunyinya lain lagi. jadi bingung. suaranya yang lain apa telinga kita yang berbeda?
habis googling di barata sono ayam bunyinya Kakadoodledoooooooo …
heheheheee…nggak habis pikir
itulah kekuasaan Allah SWT Mas. keluruk jago semua beda, apalagi sudah beda jenis, uih banyak banget jenisnya
emakku miara ayam kampung, sekedar untuk memakan nasi sisa….kalo aku sih piara anak seperti lagu….bila kuingat lelah ayah bunda..bunda piara piara akan daku….hehehe
ayam yang berkah, jadinya tidak mubadzir nasinya
Saya kira Mas kalau tempatnya agak luas, mengapa tidak buka ternak ayam bangkok saja ?. Tampaknya memeliharanya mudah, tapi yang lebih penting kan harganya cukup tinggi.
Mungkin tidak memerlukan banyak tenaga kerja. barangkali bisa dicoba Mas.
Terima kasih.
Salam.
Sudah pernah beberapa kali pak, malah rugi. kalau cuma sedikit, bisa untuk slimur dan kadang kalau ada yang mau, ya saya jual, he..
mau diadu gak? tapi sayah punyanya bebek…
Nggak ada mas bebek aduan. kalau ada kasihan tuh pada kejiret lehernya kepanjangen
Wah, enak banget tuh bisa dengerin kokok ayam jago setiap pagi.. Hmm, di komplek saya, sudah lama tidak mendengar lengkingan merdu ayam jago.. “Kukuruyuuuuk !!!”
kalau saya kan di desa mas, jadi ngliat iring-iringan bebek, angsa masih banyak di jumpai mas. tapi iring2an buaya nggak pernah ada. buaya malah senengnya hidup di got perkotaan mas,
peliharaan ku dirumah kucing dan kura-kura, ada dua kucing yang satu si belang baru mati 3 minggu yang lalu dan yang satu si putih sang pengelana karena jarang dirumah kalo si belang doyannya tidur keknya lemes mulu, heran dah
kura nga kau perhatikan.
dulu waktu kecil, dirumah ada burung kakak tua, merpati dan ayam kampung termasuk ayam jantan.
Sekarang ga melihara burung tapi Alhamdulillah burung tiap pagi dateng kerumah bersiul, berkicau dan lompat-lompat di Bunga di pohon dihalaman rumahku. wah asik ya ga perlu miara burung tapi burungnya dateng sendiri
itu mas yang bagus, tidak melihara burung tapi di sekitar burung masih banyak dan betah. ekosistem masih terjaga.pemburuan liar tidak ada. kalau di pelihara di sangkar kasihan juga mas
Kang Badruz, mau tanya kalo yang punya pabrik rokok itu dosa nggak,ya? Walaupun sudah memberi mata pencaharian bagi banyak orang tapi setelah dihitung-hitung katanya kerugiannya malah lebih banyak bagi kesehatan masyarakat apalagi bagi yang perokok pasif? Dan gunanya rokok itu cuma satu, ya untuk dirokok…
Tanya sama MUI mas, pusing dah mikirin rokok. prinsipnya makruh mas yang saya tahu. tapi belakngan MUI mengharamkannya dengan berbagai macam catatannya. saya sendiri kadang2 merokok mas
kalau pabrik roko tutup, Indonesia macet mas APBNnya
Pajak terbesar konribusi APBN Indonesia dari rokok mas
bagaimana
semua apa yg dikerjakan tergantung niat ya Mas.
kalaupun kita punya ayam aduan, kalau hanya niatnya utk dipelihara tentu tak mengapa.
bunda pernah punya macam2 hewan piaraan,
dr mulai kelinci, kucing, burung hingga macam2 ikan.
akhirnya sekarang hanya memelihara pohon saja.
tapi, semua itu hobinya suami,
jadi bunda nggak pernah ikut2an.
salam.
Hobi suaminya, isteri harus mendukung dunk Bund
ISI:
ketika saya masih bayi hingga usia sekitar 6-7 tahun (masih anak-anak),
keluarga saya memelihara ayam juga. jumlahnya kira kira ada 10 ekor.
semacam ternak kecil-kecilan. beranak pinak.
tapi karena oleh keluarga saya terlalu sering dipakai buat konsumsi (lauk makanan), lama kelamaan jumlahnya berkurang dan akhirnya habis deh ayamnya.
huhuhu
PENUTUP:
sekian dulu.
terima kasih.
mohon maaf.
suatu saat saya akan setia untuk berkunjung ke sini kembali.
salam
terima kasih bang Alis
sama sama
di Bali, ayam Bangkok ini juga dijadikan aduan pada sabung ayam tetapi tidak terlalu sering..
ada yang jadi semacam ya mas. saya pernah lihat di tv sih, di suatu daerah ada yang melestariak tradisi sabung ayam pada saat2 tertentu saja.
wihhh… bagus juga nihh ayamnya. jd pengen memilikinya juga. he…he..he…
Mudah kok mas di dapat
Wah ayam2 dan burung2 saya sekarang dah saya jual semua mas gara2 kemarin ada demam flu burung itu lho..
hm, takut juga sih mas
Hem ini badruz yg mana lg?
lho panjenengan namanya sama toh
tapi z nya cuma satu, kalau saya dua
wah wah wah
bangkoknya mang ngingetin di kampung dulu ja,,
Trimakasih atas sarannya. Sekarang ku jadi tahu. Brarti tnggal yg make