Jaga Persahabatan
Toyo mengatakan dalam telpon kalau saya telah melupakan persahabatan dengan Sanusi. Bukti telah lupa persahabatan adalah tak pernah main ke rumahnya lagi seperti dulu dan tak pernah ada kontak. Kebetulan sama-sama nggak tahu no telp masing-masing.
Sayapun merasa agak gimana gitu dikatakan lupa akan persahabatan yang dulu pernah terjalin menjadi teman dekat waktu sekolah. Telepon dari Toyo selesai sudah. Tak lama kemudian saya berusaha sms ke Sanusi hasil forward no hp dari Toyo. Begini bunyi sms saya:
Assalamu’alaikum sahabat, bagaimana kabarmu? Selamat Idul Adha dan selamat berqurban. Dari sahabat lamamu, Badruz. Begitulah isi sms.
Sanusi kemudian membalasnya dengan menelpon saya, tegur sapa dan canda tawapun terjadi seolah masih seperti dulu di waktu bersama. Sanusipun bertanya, sampean dapet nomer hp ku dari mana kang Badruz, dari Toyo ya? Tandasnya.
Iya Kang, tadi malam saya sengaja meminta nomermu sama Toyo karena ingin mengucapkan selamat Idul Adha. Oh gitu….jawab Sanusi.
Saya terpaksa berbohong karena reflek begitu saja dan ada baiknya juga untuk menjaga hubungan baiknya dengan Toyo kalau Sanusi pernah mengatakan bahwa saya melupakan persahabatan. Tapi ya, begitulah dalam obrolan di HP bersama teman, saya kadang tak sengaja berbohong, tapi ya bukan merupakan kebohongan yang besar.
Saya bersyukur dengan momentum Idul Adha ini juga telah mengembalikan persahabatan yang sempat hilang.
Menjaga persahabatan memang perlu dan nggak ada jeleknya walau sekedar tegur sapa via sms.
Pernahkah anda di katakan melupakan persahabatan apalagi setelah anda sukses?
Selamat Idul Adha 1430 H.
kadang kesibukan kita bikin kita lupa sama sahabat
Kadang ada beberapa sahabat yang sensitif mas, padahal masing2 sudah punya kesibukan. betul kadanag kesibukan melupakan persahabatn. tentunya tak sengaja kan mas, hanya ya proses yang biasa saja.
Datang lagi sekalian tes komenx aman apa nggak ……
Kalau aman lanjut yaaaa….
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H”
Semoga kita tetap bisa menjaga persahabatan ……..
Semoga nilai2 Idul Adha senantiasa terpatri dalam diri untuk senantiasa sadar diri tentang jati diri yang senantiasa harus taat Ilahi Rabbi
Semoga kita bisa senantiasa menjadikan sebagai momen untuk muhasabah terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di negeri ini. Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela di negeri tercinta ini. Kasus suap, sogok menyogok, “markus” atau makelar kasus masih mewarnai negeri ini. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
kali ini komeng Bang Alwi aman deeh
Mungkin karena atmosfer kehidupan kita yang sudah jauh berbeda dari yang dulu, tapi bukannya kita melupakan.
betul mas, memang banyak teman kita. tapi teman yang dulu pernah dekat bahkan sebangku dalam sekolah sewajarnya selalu terjaga persahabatannya mas
jarak yang teramat jauh juga kadang bisa bikin rentang persahabatan,
tehnologi informasi yang sudah canggih ini juga bisa jalinan persahabatan menjadi terjaga. saya sih sederhana mas, ya kadang lah renggang wong namnya jg sahabat, kalau selalu dekat ya namanya isteri atau suami
sesama anggota keluarga sekandung juga kadang terpisahkan hingga lama sekali tak ada komunikasi.
Hehehe, berbohongnya karena reflek ya Mas? Saya terkadang juga begitu. Tidak siap dengan jawaban -dan kenyataan jika saya telah berbohong- menjadikan saya terkadang sedikit malu jika mengingatnya.
Oya, apa kabar hari ini?
*bukan basa basi lho, soalnya memang lama nggak mampir*
Please buka email ya.
Baik Mba, nggak apa-apa Mba.
nt segera saya tilik email Mba, terima kasih.
silaturahim ya mas
Monggo Mba Julie
Sebenernya sih kita nggak pernah lupa sama sahabat kita ya, mungkin karena kita tarlalu sibuk dan terlalu mengikuti atmosfir yang kita bentuk sendiri jadinya suka dibilang lupa sama temen-temen,…Semoga dengan Idul Adha kita bisa menguatkan tali silaturahmi yang sudah terbentuk sebelumnya,…Amiin
Bukannya dengan Idul Fitri Mas, kalau Idul Adha ya berkah daging qurban dan semangat berbagi. tapi memang betul, banyak momentum yang bisa di jadikan penguat tali silaturrahim
jarak, waktu, memang ikut andil dalam persahabatan, kadang yang jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh. banyak sekali hal yang membuat kita lupa akan teman lama kita, tapi bukan berarti kita melupakan mereka, yang penting jangan sampe kita memutuskan tali silaturahim….
btw…selamat hari raya idul adha… n long weekend
Betul Bu Bidan. selamat libur Panjang Bu bidan
Mari bertakbir seraya memuji nama-Nya.
Allahu Akbar 3x
Laa Ilaa Ha Illallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar Walillah Ilham. KUMANDANGKAN TAKBIR KEMENANGAN!!!!!
Allahu Akbar 3x
Laa Ilaa Ha Illallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar Walillahilhamdu
pernah Mas. Namun tidak mengapa toh akhirnya mencair juga. Yang penting dikala ingat kita mencoba menghubungi. Maklum seiring tambah usia dan semakin banyak yang perlu kita pikirkan ada beberapa yang terlupakan, dan itu saya pikir manusiawi.
Trims
Betul mas Yayat, manusiawi sekali, btw kalau terlalu sering dekat nanti mencurigakan bisa2 isteri2 kita cemburu
hal terbaik dalam hidup setelah keluarga adalah sahabat..
betul mas, ketika kita ada kesulitan, kadang sahabat juga sangat membantu
Mungkin karena kesibukan dari masing2 orang yang membuat kita kehilangan kontak. Aku aja dulu sempat juga kehilangan kontak dengan beberapa kawan lama (karena dulu tidak ada HP), sekarang (gak tahu atas inisiatif dari siapa) kami bisa saling kirim kabar meski lewat sms karena jarak yang terhalang lautan memisahkan kita. Salam kenal kang
.
Salam kenal juga Mas Sugeng.
selamat hari raya idul adha bang badruzz……mohon maaf lahir dan bathin bang
Selamat Idul Adha juga sobat semoga sehat selalu
Tengok Bos kalo sahabat dikala susah jarang..tetapi disaat senang banyak..
Selamat hari raya Idul Adha 1430 H
Selamat Idul Adha juga Bang Dadang
Berbohong demi menyenangkan hati seseorang itu baik aja menurutku selama tidak ada pihak lain yg dirugikan..
Sekedar blogwalking nih n mau ucapin Selamat Hari Raya Idul Adha bagi semua rekan blogger yg merayakannya.. Salam
Bohong yang di bolehkan
Assalaamu’alaikum
Berkunjung raya nih…Selamat Eidul Adha buat saudara Badruz dan keluarga. Mudahan pengorbanan kita diterima Allah swt. Alhamdulillah dapat berehat hari ini bagi aktiviti BW untuk membina silaturahmi bersama teman-teman maya walau sebentar. Salam mesra dari Malaysia.
terima kasih Ibu fatimah yang menyempatkan mampir, selamat Idul Adha juga.
Kalaulah Ada Sumur di Sana, Bolehlah kita Mencuci Muka
Kalaulah Ada Sate Kambing tersisa, bolehlah kirim buat saya
Selamat Hari Raya Idul Idha 1430 H dan Selamat Berliburan panjang, Semoga Selalu Bahagia dan Senantiasa diberikan limpahan rejeki dari Yang Maha Kuasa
Salam Mesra
Ruang-Hati
Kalua ada sumur disana, manid juga boleh mba
Jarang Mba, sate daging qurban tersisa
yang terpenting adalah masih ada niatan kita untuk tetap bersahabat dan menjalin persahabatan itu…..
ya tho????
Thooo…mas
Nice story nih.. sebuah perenungan juga.. hmm.. semoga aku tidak melupakan sahabat-sahabatku saat sukses nanti.. thanks.
yang namanya sahabat
akan selalu ada
disaat senang maupun susah…,
berarti isteri atau suami dong mas, selalu ada. juga sahabat paling setia kita
Haloooo…. CR9 ….
sahabat takkan hilang dari hati kita, walaupun lama tak bertukar sapa. memang sebaiknya selalu usahan untuk kontak.. tapi bila terhalang waktu dan jarak yang memisahkan insyaAllah ikatan persahabatan dihati takkan pernah pudar..
Oh gitu Bundo
Saya juga kadang merasakan hal dimana rindu sekali dengan beberapa sahabat di masa lalu, tak punya kontak hp membuat hanya untuk di kenang, suatu saat bisa saja akan bertemu kembali dengan tempat dan waktu yang tak terduga
ARTI SAHABAT
tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti
kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat
kau teman sehati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku
tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati
kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu
by. Nidji
he…he…Mas Badruz ” terpaksa” refleks berbohong ya……….
bunda juga kadang2 begitu, krn nggak tahu apa yg pantas utk diucapkan, akhirnya berbohong.
krn kesibukan kita yg sudah berbeda yg membuat kita ” melupakan” kawan lama, walau sebenarnya tdk melupakan, namun krn sudah lost contact.
salam.
wajar ya Bund
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H”. Maaf lahir dan batin.
Rugi orang yang tak punya sahabat. lebih rugi lagi orang yang punya sahabat tapi tak bisa memeliharanya.
Terima kasih sudah mengingatkan saya.
salam hangat dari Jombang
Betul Pakde, rugi tak bisa memelihara sahabat. wah lagi mudik nih Pakde.
persahabatan saya dngn teman2 di masa lalu akan kembali hangat ketika mudik lebaran, saling update kabar… kemudian satu-dua bulan kemudian sibuk dng urusan masing2.. kontak2 nggak sering lagi..
tp alhamdulillah, itu semua tidak mengganggu nilai persahabatan.
Bisa jadi karena sama-sama sukses Gus
biasanya kan ada rasanan, ‘ah dia sudah sukses’ ya lupa dengan sahabatnya dulu, mudah2an nggak terjadi pada anda
PEMBUKAAN
selamat pagi
ISI
masalahnya saya sampai saat ini belom sukses.
bgimana tuh
PENUTUP
terima kasih dan mohon maaf
Asyik dong mas, masih sering kumpul2 sahabat
iya. kumpul kumpul. ngobrol ngalor ngidul. was wes wos wes wos. bla bla bla
semoga persahabatan di dunia blogger ini juga bisa terjaga, ya, mas..amiin..