Poligami Itu Indah!
Poligami itu indah, Itulah kata-kata yang di ucapkan kerabatku, aku memanggilnya dengan sebutan Lik Kaji. Adalah seorang lelaki, ya semacam pejantan tangguh gitu, yang berani melakukan poligami secara sah tercatat di KUA atau sah secara hukum di negara ini. Bukan poligami dengan nikah sirri seperti kebanyakan orang melakukan nikah sirri terhadap isteri kedua, ketiga dan seterunya.
Jadi, isterinya dua dong!. Ya benar! Dua …mantap kali ya…
Kemarin aku sempat bertanya, bagaimana rasanya berpoligami Lik Kaji
dia menjawab….Mantap…luar biasa….luar biasa senang dan luar biasa pusingnya
Tak perlu aku jelaskan dimana senangnya, dimana pusingnya. Rasanya telah banyak gambarannya di dunia film atau sinetron,
Ya begitulah kalau punya isteri dua. kesana kemari, bagi waktu. kudu adil dan sebagainya.
Kenapa aku berani bertanya demikian? Karena aku pada waktu itu di minta oleh Lik Kaji untuk menjadi saksi di Pengadilan Agama perihal rencana poligaminya itu. Akupun sempat menolaknya, tetapi alasan lain-lain seperti tidak pada mau setelah dia mencari 2 saksi, akhirnya dengan berat hati..akupun menyanggupinya dengan berbagai syarat.
Pertama, aku mau bersaksi dan bertanda tangan bila isteri pertama benar-benar tidak keberatan dan ridha kalau mau di madu dan di ucapkan di hadapanku, aku mau tanda tangan kalau isteri pertama sudah tanda tangan.
Kedua, jangan bilang siapa-siapa kalau aku mau bersaksi,
bukan apa-apa, rasanya gimana gitu jadi saksi di pengadilan agama perihal poligami. Aku takut virus poligami masuk ke otakku dan benih poligami tertuai di hatiku,
Kalau yang poligami orang lain bukan kerabatku, tentu akau tak kan pernah mau jadi saksi di pengadilan angker agama itu.
Bicara proses poligami, kelihatannya sangat rumit. Lik Kaji saja, butuh pemikiran dan proses negosiasi dengan keluarganya sangat lama bahkan bertahun-tahun. Sedang proses mengurus surat-surat yang berkaitan dengan poligami memakan waktu kurang lebih 6 bulan dengan 5 kali sidang. Akupun diminta menjadi saksi cukup satu kali siding saja. Katanya, jika memakai jasa pengacara hanya setengah bulan saja dengan biaya Rp. 6.000.000,- Wow termasuk markus bukan ya?
Lik Kaji memilih jalan mengurus surat-surat sendiri dengan menghabiskan biaya sekitar 500 ribu saja untuk ini dan itu selama 6 bulan. Dimulai dari awal tahun 2010 sampai akhirnya pertengahan tahun ini, dia akhirnya menikah juga untuk di jadikan isteri kedua dan menjadi bapak dari kedua anak dari isteri keduanya itu. Dengan isteri pertama dia di anugerahi 4 orang anak. Wah, sekarang…jadi enam deh. Mungkin akan nambah lagi biar jadi 4 – 4
Poligami itu indah, begitu kata-kata yang sering di ucapkan ketika bertemu denganku. Aku tak ingin menguraikan cerita selanjutnya setelah beberapa bulan hidup dengan dua isteri. Banyak cerita agak miring yang sering terdengar di masyarakat. Disamping itu, rasanya tak arif jika menceritakan jeleknya orang berpoligami, tak bisa di generalisir bukan?. Karena mungkin banyak dari mereka yang poligami berjalan dengan aman dan damai bahkan sampai isteri 4 sekaligus, setidaknya aman dan damai secara lahiriyah. Mungkin kudu poligami dulu kali yee.., biar bisa ngrasain gimana rasanya poligami
Semoga saja Lik Kaji dapat menjaga amanah, tidak menyia-nyiakan para isteri dan anak-anaknya. Akupun berlagak seperti ustadz ketika bertemu dengan Lik Kaji itu; Sabar dan syukur Saja Lik Kaji!, karena itu bagian dari Iman. Lik Kaji pun menyahutnya dengan berkata; oh …ya..ya..ya.. tul betul….dengan sabar dan syukur hidup ini menjadi indah, poligami pun jadi indah
tandasnya. Dalam hatiku bergumam; dasar koplak yang penting hepi
Anda…mau poligami? Nek Ora Wani, Ojo Wani-wani
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Wah, kalau saya sih bingung. Ngurusin satu saja pastinya sudah repot apalagi ngurusi dua atau lebih dan harus bersikap adil atas keduanya.
Weleh…2
kalau saya nggak bingung mas, wong ora wani
semoga saja tidak akan pernah punya keinginan yang demikian
lik kaji memasang spanduk di rumahnya, spy terbaca istri tua dan mudanya : DAMAI ITU INDAH
Lik Kaji bikin tutorial nggak Mas…
weleh2, nggak perlu tutorial mas, hanya butuh keberanian dan kepastian
Oyen kok malah nanya Tutorialnya to…
Les privat ajah langsung…
Atau bisa ke Syeh Puji…
rumahnya dekat tempat Pak Mars tuh
Coba poligami di lakukan perempuan.. Bagaimana rasanya juga ya kaum lelaki indonesia ..
katanya perempuan di dunia ini dua kali lipat jumlah laki2
Kang Baruz, kemana saja?
Jangan pernah berpoligami, karena sulit membadi diri menjadi dua, kok tahu? ya ndak tahu kang, cuma nebak doang
Iya Mas Aldy, belum bisa kembali ngeblog rutin lagi nih.
lebih jelasnya ya kudu di coba Mas, biar jelas tahunya
Kalau saja setiap orang punya kemampuan membelah diri pasti banyak yang akan berpoligami. Sayangnya kita bukan amuba atau sejenis makhluk bersel satu he… he…
he..he… Juga
Ckckckck… semoga nggak bakalan nambah lagi…
kayak makan saja Kak… ada nambahnya
, satu saja juga nggak abis2
gak mau ikutan komen akh…….

kalau poliandri , baru mau ikutan komen , hehehe…
salam
itu juga bagian dari komeng Bund
aku juga nggak berani koment, soalnya bukan ustaz atau orang alim
jangan dehhhhhh druzzz.. h ahaahahahah…
jangan ditambah poligami lagi ya…
meski istri rela,… tapi tetap ada perasaan
ketone gurih ya………..wani….wani…..
salam kenal pak
btw pak badruz zaman FSAINTEK UNAIR ya ?
oh ya ditunggu kunjungan balik di blog ane ya bos, sekalian tukeran link yuk
siji we durung je kang…tapi kalau berani seperti itu berarti memang bener-bener bagus dan jantan… sip…
wah, jantan…kayak ayam wae Mas
makanya cepetan mas, biar tahu rasanya
satu aja dah rasane cukup mas utk saya…berat tanggungjawabnya utk bisa adil…
tp bener jg tuh…andai kaum hawa yg seperti itu..piye sing lanang yo mas…?
kalau kaum hawa spt itu pasti selingkuh mas
utuk mediasi apa memang sampe 6 bulan gitu ya, ni clon yng kedua sdah stuju, g da masalah, tp gmna nyampein ke istri, ngomongnya gmna…