Beranda > Budaya / Tradisi > Mitos atau Kebetulan?

Mitos atau Kebetulan?

Mitos. Apa ya pengertiannya? Sebuah kepercayaan atau keyakinan yang kuat berasal dari sebuah budaya. Budaya adalah semacam bentuk perilaku dari kesepakatan, pemahaman komunitas yang berlangsung lama dan berkelanjutan.

Jika mengabaikan mitos tersebut, bisa jadi akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, masih banyak orang yang berkata demikian. Mitos lebih pada sesuatu yang hampir tak masuk akal, sehingga banyak orang mengatakan bahwa itu hanya sebuah kebetulan. Pada konteks tertentu antara mitos dan kebetulan sangat tipis perbedaanya. Bahkan, bisa jadi sama pengertiannya dalam arti yang sesungguhnya.

Mitos atau kebetelun saja.

Di desa Jatimulyo Alian Kebumen Indonesia ini ada fakta yang bisa menggambarkan antara mitos dan kebetulan saja. anda bisa menilainya sendiri, atau bahkan menilai tidak pada bingkai pengertian mitos dan kebetulan :lol:

H. Halimi almarhum, adalah lurah pertama di desa ini kurang lebih menjabat selama 20 tahun. Katanya sih, dulu hanya penunjukkan saja, tidak melalui pemilihan. H Halimi adalah seorang perjaka yang menikahi seorang janda.

Sekitar tahun 1995 desa ini untuk pertama kalinya melakukan pilkades (pilihan kepala desa secara langsung) waktu itu masih dengan symbol padi, ketela dan jagung. Terpilihlah H Ajib Sugianto. Dia juga seorang perjaka yang menikahi seorang janda. Kebetulan, calon lainnya tidak ada yang seperti Ajib Sugianto yang menikahi seorang janda.

Sejak itulah di pahami oleh banyak warga, jika kelak ada pilkades lagi maka yang akan terpilih adalah seorang perjaka yang menikahi janda. Selesailah masa jabatan H Ajib Sugianto ini.

Kemudian di laksanakan kembali pilkades. Kali ini H Ajib tidak mencalonkan lagi. Terpilihlah Paryadi. Adalah seorang perjaka yang menikahi janda juga. Kebetulan, calon lainnya tidak ada yang sama demikian. Perjaka ya menikahi wanita ting-ting. Terpilihnya Paryadi semakin menguatkan mitos tersebut. sudah tiga kali desa ini dipimpin oleh kepala desa yang menikahi seorang janda.

Pada tahun 2008 kemarin desa ini kembali melaksanakan pilkades untuk memilih kades yang keempat. Paryadi, juga kembali menyalonkan diri. Beda, namun kali ini Paryadi tidak terpilih. Muhrodin, kali ini yang jadi kades adalah Muhrodin, sosok pengusaha muda yang menikahi perawan, bukan janda.

Sejak itulah, mitos tersebut terpatahkan. Yah, hampir bisa di pastikan mitos itu sudah tak ada lagi dengan bukti terpilihnya Muhrodin.

Tak di sangka. Kebetulanya di sini sodara-sodara!
Muhrodin, baru menjabat belum genap 2 tahun, berhenti mengundurkan diri. Minggat, begitulah banyak warga menyebutnya.

Mitos Kades-janda kembali muncul dengan tiba-tiba bak petir di siang bolong di tengah terik matahari. Tak kuat derajat, mengabaikan mitos Kades-Janda akhirnya ya seperti ini. Begitulah kata sebagian warga. Tetapi lebih banyak yang menganggap bahwa itu adalah sebuah kebetulan saja. mitos itu tak ada, yang ada adalah kebetulan dan kuasa Tuhan, ucap salah seorang warga desa ini.

22 Desember 2010 ini, desa ini akan kembali mengadakan Pilkades. Dengan calon tiga; H Ajib Sugianto, Paryadi, dan M Sobir. Ajib dan Paryadi adalah mantan kades terdahulu yang dua-duanya beristerikan janda. Ada dua calon kades yang dua janda itu. Hm.., kira-kira siapa yang akan jadi ya? Dimana, mitos Kades-Janda di atas terpilih tanpa calon lainnya yang juga beristerikan janda. Kali ini ada dua calon-janda. Satu beristerikan bukan janda. Ramai bukan?

Kalau yang terpilih M Sobir, mungkin mitos itu akan kembali terpatahkan walau seperti gentayangan belajar dari kasus Muhrodin di atas. Tapi kalau yang jadi antara Ajib dan Paryadi, hm…bagaimana yaa? Apakah berarti pembenaran dari mitos tersebut juga terpatahkan.

Kalau itu mitos yang menyerupai tahayul, kok kebetulan sekali ya..? Kalau kebetulan…,ya mungkin karena memang betul-betul kebetulan sehinga kebetulan itu tidak bisa di betul-betulkan, betul ya betul saja. he..he… :lol:

Ada satu hal yang bisa mematahkan entah itu mitos atau kebetulan. Yaitu kembali di serahkan kepada kuasa Tuhan Allah SWT. Betul dan gampang kaan :?: :lol:

Categories: Budaya / Tradisi Tag:, ,
  1. 19/12/2010 pada 16:52 | #1

    Saya tersenyum Mas Badruz …
    Ini cerita yang sangat menarik …
    berakar dari suatu kejadian nyata yang … kok kebetulan seperti itu semua …

    Terima kasih sudah mensharingkan cerita ini …

    Dan menurut pendapat saya …
    Kepala Desa yang layak untuk memimpin desa adalah …
    mereka yang betul-betul mempunyai kemampuan – kharisma dan perilaku yang baik …
    terlepas dari apakah dia menikahi janda atau gadis …

    Salam saya Mas Badruz

    • 20/12/2010 pada 09:50 | #2

      Setuju Pak Nh, kalau saya sih lebih cenderung pada ‘kebetulan’ saja ….

  2. 20/12/2010 pada 21:10 | #3

    ikutan senyum2 juga aku, Mas. :)
    ini bener2 kebetulan yg betul2 kebetulan ttg mitos Perjaka – Janda.

    yg paling betulnya sih, menurut ku, yg terpilih ya Kades yg amanah dlm menjalankan tugas, entah beristri janda atau bukan.

    ini hanya pendapatku saja , dan bisa juga mitos, eh salah, maksudnya bisa aja salah ……..heehehehe.. ……. halah….:D :D
    salam

  3. 22/12/2010 pada 10:33 | #5

    Wah info bagus, ternyata selama ini lurah kita perjaka yang dapat ‘janda’ ya??? Baru tahu…………..

    • 31/12/2010 pada 09:44 | #6

      mitos (bila ada) terbatas oleh ruang dan waktu. tak bisa di generalisasikan :lol:

  4. 15/11/2011 pada 21:49 | #7

    Aku maampir. Dolan meng gonku yuk

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.