Beranda > Cerita, Demokrasi > Nyoblos atau ke Bali

Nyoblos atau ke Bali

Tanggal 22 Desember 2010 kemarin adalah tanggal pemilihan kepala desa di desaku, Jatimulyo Kebumen. Sayang, diriku tak bisa mencoblos karena kudu pergi plesir ke Bali. Berangkat ke Bali sekitar pukul 7 dari Kebumen, sedang pencoblosan baru di buka pukul 8 sampai pukul 2 sore.

Pukul 6 sore, diriku d isms teman satu desa, bahwa penghitungan suara telah selesai, dan yang jadi adalah Bapak Paryadi. Temanku sangat kecewa, karena jagonya tidak terpilih menang dalam Pilkades ini. Kabarnya, sejumlah uang untuk taruhanpun melayang.

Bahkan, petaruh-petaruh dari luar desaku ini terdengar sampai dimuat oleh media massa. Bahwa kebiasaan taruhan pilihan lurah di sini masih kental. Di lakukan oleh segelintir orang saja. Yang terdengar sih, ada yang mencapai 15 jutaan. Tentunya, ada yang dapet 15 juta, ada yang kehilangan 15 juta. Bagiku, ini benar-benar edan. He..he.. :lol:

About these ads
Categories: Cerita, Demokrasi Kaitkata:,
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: